Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

5 Masalah Kulit Akibat Perubahan Hormon dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Kulit Akibat Perubahan Hormon dan Cara Mengatasinya

Masalah kulit sering kali muncul, penyebabnya adalah akibat dari perubahan hormon. Namun jangan khawatir, karena ada cara mengatasinya yang bisa Anda simak ulasannya di situs siliput.com ini.

Gangguan kulit bisa sangat beragam, dan beberapa orang lebih rentan terhadapnya daripada yang lain. Perubahan situasional, hormonal, dan genetik adalah titik awal penyebab.

Pada kenyataannya, perawatan kulit telah dilakukan secara rutin untuk menjaga kulit tampak menarik dan bersinar. Apa alasannya?

Bahkan jika Anda sudah memperhatikan diri sendiri, masalah kulit mungkin masih terjadi. Jika ini masalahnya, fluktuasi hormonal kemungkinan besar menjadi penyebab masalah kulit yang Anda alami. 

Gangguan kulit sering terjadi pada remaja sebagai akibat dari perubahan hormonal. Orang dewasa, di sisi lain, mungkin mengalami masalah ini.

5 Masalah Kulit Akibat Perubahan Hormon

Dengan banyaknya aktivitas yang harus diselesaikan dan tenggat waktu yang harus dipenuhi, orang lain bisa membuat seseorang tidak percaya diri akibat masalah kulit yang dialami.

Sebelumnya, yuk kita kenali 5 masalah kulit akibat perubahan hormon dan cara mengatasinya terlebih dulu, yuk! Berikut ulasan nya.

1. Jerawat

Jerawat.

Jerawat adalah masalah kulit yang umum dialami oleh sebagian orang. Jerawat umumnya muncul sepanjang masa remaja sebagai akibat dari perubahan hormonal.

Jerawat yang muncul di area T-zone, seperti dahi, hidung, dan dagu, merupakan salah satu indikasi yang paling terlihat.

Variasi hormonal yang berkembang selama masa pubertas dan berlanjut hingga menstruasi menjadi penyebabnya.

Menurut Healthline, jerawat hormonal mempengaruhi sekitar 50% wanita berusia 20 hingga 29 tahun, dan 25% wanita berusia 40 hingga 49 tahun.

Menggunakan perawatan kulit yang mengandung asam salisilat dapat membantu Anda mengatasi jerawat.

Ditemukan bahwa zat tersebut dapat membersihkan kulit tanpa menimbulkan peradangan.

2. Kulit Kering. 

Kulit Kering

Kulit kering ternyata juga bisa disebabkan oleh fluktuasi hormon. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita sepanjang siklus menstruasi mereka atau selama menopause.

Ketika kadar estrogen tidak berada di tempat yang seharusnya, kulit kering berkembang.

Estrogen adalah hormon wanita yang memainkan peran penting dalam tubuh wanita.

Kadar estrogen dalam tubuh dapat berdampak langsung pada kesehatan kulit, mempengaruhi segala hal mulai dari pembentukan elastin dan kolagen hingga hidrasi dan elastisitas kulit.

Menggunakan perawatan kulit yang kaya omega-3 atau meningkatkan asupan omega-3 dalam diet seimbang, seperti salmon, alpukat, dan almond, dapat membantu mengatasi masalah kulit kering yang disebabkan oleh perubahan hormonal

3. Melasma (Hyperpigmentation)

Melasma (Hyperpigmentation)

Apa itu melasma atau hiperpigmentasi? Bintik-bintik coklat muncul di kulit, yang dapat menyebabkan warna kulit tidak merata akibat fluktuasi hormonal.

Paparan sinar matahari menyebabkan bercak hitam yang tidak merata. Melasma umumnya disebabkan oleh perubahan kadar hormon wanita.

10% hingga 15% di antaranya terjadi pada wanita hamil, sementara 10% hingga 25% lainnya terjadi akibat penggunaan tablet KB.

Kondisi yang semakin parah dapat dimitigasi dengan memanfaatkan skincare dengan formula pencerah, seperti vitamin C, retinoid, kojic acid, dan lain-lain secara rutin.

4. Inflamasi

Inflamasi

Peradangan atau peradangan kulit biasa terjadi saat orang sedang stres. Hormon adrenalin dan kortisol dilepaskan sebagai respons terhadap stres, yang dapat mengakibatkan produksi minyak berlebih di wajah. 

Tidak hanya itu, stres dapat menurunkan kekebalan dan membuat seseorang lebih rentan terhadap kondisi kulit termasuk eksim, iritasi, dan peradangan.

Peradangan dapat diobati dengan menggunakan perawatan kulit yang mengandung komponen alami. 

Unsur anti-inflamasi harus ada dalam senyawa alami ini, seperti kunyit, jahe, atau perawatan kulit yang kaya probiotik.

5. Kulit Dehidrasi

Kulit Dehidrasi

Jangan bingung; ada perbedaan antara kulit kering dan dehidrasi. Kulit bersisik, gatal, atau meradang adalah gejala umum dari kulit kering.

Kulit dehidrasi merupakan kelainan kulit dimana terjadi kekurangan cairan pada kulit. Akibatnya kulit menjadi gatal dan kusam.

Pemilik dengan kulit kering hingga berminyak, diakibatkan karena mengalami dehidrasi.

Jika Anda memiliki kulit kering akibat perubahan hormonal, gunakan produk yang dapat menghidrasi kulit secara alami. Misalnya, skincare yang mengandung hyaluronic acid yang dikenal dapat menjaga kadar air dalam kulit, menghaluskan tekstur, dan berfungsi sebagai skincare anti aging.