Bisnis Tanaman Hidroponik ? Begini Bro, Cara Memulainya.

Cara Memulai Bisnis Tanaman Hidroponik

Sebelum memulai bisnis tanaman hidroponik haruslah mengenal terlebih bagaimana sistem budidaya yang di terapkannya, semisal metode perencanaan bisnis dan legalitas guna menunjang kredibilitas usaha.

Bisnis hidroponik itu sendiri merupakan salah satu cara berbudidaya tanaman yang saat ini sedang populer, di mana keunggulannya yaitu dapat memanfaatkan lahan sempit yang di miliki bahkan bisa di lakukan dalam berkebunnya di dalam ruangan.

Sehingga menjadi tak heran dengan banyaknya keunggulan berbisnis tanaman hidroponik semacam di atas, bisnis ini masih bisa berkembang dengan cukup pesat meskipun di landem pandemi pada waktu yang lalu.

So, jika Anda termasuk salah satu orang yang berencana hendak mengawali bisnis di bidang seperti ini, yakni bisnis tanaman hidroponik! Maka, boleh simak ulasannya hingga selesai.

Cara Bisnis Tanaman Hidroponik

1. Kenali Dahulu Apa Itu Tanaman Hidroponik

Sebelum memulai usaha, ada baiknya kenali dahulu apa itu hidroponik. Berkebun dengan media tanpa tanah ini memiliki 6 sistem bercocok tanam, antara lain wick system, drip system, EBB dan flow, NFT, water culture, dan aeroponik.

Setiap sistem bercocok tanam di atas menawarkan keunggulannya masing-masing. Bagaimana sobat memilih sistem berkebun akan menentukan besaran modal yang di butuhkan. Bercocok tanam tanpa tanah juga dapat di gunakan untuk menanam sayuran dan buah-buahan.

Jika menanam sayuran, masa panen yang di butuhkan hanya sekitar 2-3 bulan. Panen kedua dalam di lakukan setiap 5 hari usai panen pertama. Pemberian nutrisi selain melalui sistem irigasi juga dengan menyemprotkan cairan langsung ke akar tanaman.

Perkaya pengetahuan dengan mengikuti forum, seminar, ataupun video terkait budidaya ini. Dengan menambah wawasan, sobat dapat mengurangi risiko gagal panen dan kerugian di masa depan.

2. Buat Perencanaan Bisnis Tanaman Hidroponik

Kiat selanjutnya adalah dengan membuat perencanaan bisnis. Perencanaan seperti ini bisa jadi meliputi bujet yang di butuhkan untuk budidaya, siapa target pasarnya, lalu bagaimana pemasaran, dan pula segala risiko yang mungkin di hadapi.

Sebuah bisnis akan sulit berkembang jika tidak memiliki arah yang jelas. Dari rencana bisnis, sobat dapat memprediksi masa depan dan mencari sumber dana. Para investor membutuhkan proposal bisnis untuk menilai kelayakan bisnis.

Sobat juga bisa menyusun strategi dan memilih opsi terbaik dari berbagai pilihan yang ada. Misalnya saja dalam penyediaan lahan budidaya, apakah sebaiknya di dalam ruangan atau di luar ruangan.

3. Legalitas Badan Usaha

Jika niat mulai berbisnis hidroponik sudah kuat, jangan ragu untuk melegalkannya jadi sebuah badan usaha. Dengan legalitas badan usaha, sobat bisa mendapatkan kredibilitas di pasar.

Jenis badan usaha di sektor pertanian adalah badan usaha agraris. Tujuan badan usaha ini adalah menghasilkan produk pertanian. Adanya kejelasan hukum juga melindungi produk yang di pasarkan dari risiko pencurian serta pihak tidak bertanggung jawab.

4. Ketahui Aturan Perpajakan

Bila badan usaha telah ada, lanjutkan dengan tahap daftar pajak. Setiap usaha wajib membayar pajak sebagai kontribusi ke negara. Adanya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) akan sangat membantu jika di kemudian hari ingin melakukan ekspor.

Adanya NPWP memberi keringanan dalam hal bea masuk atau pajak penghasilan baik, penjualan dalam negeri maupun luar negeri. Besaran tarif pajak tergantung atas laba yang di hasilkan atau penjualan bruto yang beredar dalam satu periode.

5. Lakukan Pembukuan

Setelah kebutuhan birokrasi telah di penuhi, sobat mulai bisa mengatur keuangan untuk kelancaran bisnismu. Catat semua pengeluaran dan pemasukan usaha. Sobat bisa melakukan pembukuan manual atau di bantu aplikasi keuangan.

Pisahkan pengeluaran dan pendapatan usaha dengan kebutuhan pribadi. Bila bisnis menghasilkan laba, sisihkan untuk pengembalian modal dan peningkatan produksi. Pencatatan harus di lakukan secara lengkap, teratur, dan rapi.

Pembukuan yang sistematis dapat meminimalisir kesalahan. Dengan kondisi keuangan yang lebih stabil, sobat akan mampu mengendalikan usaha lebih baik. Selain itu, sumber daya yang di miliki dapat di gunakan seefektif dan seefisien mungkin.

6. Bangun Jaringan Kerja Sama

Hasil panen yang bagus harus di dukung dengan pemasaran yang baik. Untuk itu, jalin kerja sama untuk mendukung penjualan. Sobat bisa membangun relasi dengan restoran, hotel, maupun pemilik toko di pasar.

Lakukan kesepakatan yang menguntungkan dari kedua belah pihak, lalu gunakan media sosial untuk mengembangkan bisnis lebih luas dan pemasaran produk ke berbagai tempat juga dapat mampu memperluas kerja sama bisnis hidroponik.

7. Pilih Pemasok Bibit Terbaik

Terakhir, pemilihan pemasok bibit menjadi kunci hasil panen berkualitas. Bibit yang berkualitas melahirkan tanaman yang unggul.

Minta produk sampel sebagai bahan pertimbangan. Analisis track record dan konsistensi tanaman yang di milikinya. Beberapa jenis tanaman yang cocok untuk budidaya ini di antaranya adalah selada, tomat, sawi, brokoli, cabai, kangkung, dan lainnya.

Memulai bisnis tanaman hidroponik tidak mudah. Sobat perlu memahami bagaimana sistem hidroponik dan tanaman yang cocok untuk budidaya ini. Tekadkan niat dan lakukan perencanaan bisnis yang matang untuk meminimalkan risiko bisnis.

Pos terkait