Daftar Makanan Yang Mengandung Vitamin A, B, C, D, E, Dan K

  • Bagikan

 

Siliput.com-Selama pandemi COVID-19, fungsi sistem kekebalan tubuh sangat penting. Tentu saja, tubuh Anda membutuhkan vitamin dan nutrisi yang cukup untuk mempertahankannya dari dalam. Masalahnya, masih banyak orang yang tidak memperhatikan apa yang mereka makan. Padahal, 

mendapatkan nutrisi yang cukup sama pentingnya dengan memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan. Agar Anda memperoleh berbagai vitamin dan nutrisi, makanlah pilihan makanan sehat yang mengandung nutrisi utama.

Manfaat vitamin tertentu

Vitamin mikronutrien memainkan peran penting dalam tubuh manusia. Meskipun demikian, dosis besar vitamin tidak diperlukan. Terutama jika Anda meningkatkan diet Anda dengan vitamin. Persyaratan diet 

seseorang sangat bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kondisi fisik mereka. Ada sekitar 13 jenis vitamin yang berbeda, masing-masing dengan tujuan uniknya di dalam tubuh.

Vitamin A (retinol)

Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak dengan sejumlah fungsi penting dalam tubuh. Dari pertumbuhan dan pembelahan sel hingga pertumbuhan dan perkembangan janin, semua fungsi 

reproduksi didukung. Mikronutrien ini juga diperlukan untuk menjaga mata, sistem kekebalan tubuh, dan kulit agar tetap sehat dan berfungsi.

Akibatnya, kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kebutaan dan sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah. Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan mual, muntah, penurunan berat badan, lekas marah, rambut rontok, dan penyakit kuning, antara lain (jaundice).

2. vitamin B

Ada delapan bentuk vitamin B yang berbeda, masing-masing dengan tugas dan fungsinya sendiri. Vitamin B kompleks, di sisi lain, bekerja secara sinergis untuk mengubah karbohidrat, protein, dan lemak dari makanan menjadi energi.

Vitamin B1, B2, dan B3 membantu menjaga kesehatan kulit. Vitamin B5 membantu dalam produksi asam lemak dan berbagai hormon oleh sel-sel tubuh. Vitamin B6 juga membantu dalam pemeliharaan sistem kekebalan tubuh dan pembentukan sel darah merah.

Biotin, sering dikenal sebagai vitamin B7, membantu pembentukan asam lemak dan asam amino. Sementara itu, vitamin B9 diperlukan untuk pembelahan sel, terutama pada ibu hamil, menurunkan risiko kelainan kelahiran dan kelahiran prematur.

Akhirnya, vitamin B12 membantu dalam pembentukan sel darah merah serta pemeliharaan fungsi saraf. Kekurangan vitamin B mengganggu proses metabolisme dan dapat menyebabkan gangguan seperti anemia, beri-beri, dermatitis, dan diare.

3. vitamin C

Produksi kolagen membutuhkan asam askorbat. Tak heran jika vitamin C diklaim dapat menjaga kekenyalan kulit, membantu penyembuhan luka, dan memperkuat pembuluh darah. Vitamin C juga memiliki sifat anti-oksidan.

vitamin C juga berfungsi menghasilkan serotonin dan norepinefrin sebagai pengirim sinyal (neurotransmitter) antar saraf. 

Vitamin C juga berperan sebagai pengirim sinyal (neurotransmitter) antar saraf, memproduksi serotonin dan norepinefrin.

Vitamin C mengandung antioksidan yang memutus rantai radikal bebas dan melindungi sel-sel tubuh Anda dari kerusakan. Akibatnya, vitamin C dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis.

Anemia, gusi berdarah, luka yang sulit sembuh, kelainan sistem saraf, dan hilangnya massa otot adalah gejala kekurangan vitamin. Lebih buruk lagi, kekurangan vitamin C akan merusak kemampuan sistem 

kekebalan tubuh untuk memerangi penyakit patogen. Tentu saja, ini membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit.

4. Vitamin D

Vitamin D, kadang-kadang dikenal sebagai vitamin “sinar matahari”, membantu penyerapan kalsium, yang diperlukan untuk pembentukan tulang yang baik, serta ketahanan tubuh terhadap penyakit. 

Masalah tulang seperti osteomalacia, atau pelunakan tulang, dan rakhitis disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Jika Anda tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, tubuh Anda akan lebih rentan terhadap infeksi.

5.Vitamin E

Vitamin E, yang tinggi antioksidan, diperlukan untuk melindungi sel dari bahaya. Mikronutrien ini membantu dalam pemeliharaan sistem kekebalan tubuh, pembentukan sel darah merah, memperlambat 

penuaan, dan pencegahan katarak dan radang sendi. Anemia hemolitik adalah akibat dari kekurangan vitamin E.

6. Vitamin K

Vitamin K membantu dalam pembentukan bekuan darah dan pemeliharaan kesehatan tulang. Kekurangan vitamin K meningkatkan risiko pendarahan dan patah tulang.

Berbagai macam makanan Vitamin A, B, C, D, E, dan K berlimpah.

Setelah Anda mempelajari tentang berbagai vitamin, peran mereka, dan konsekuensi dari kekurangan, Anda harus tahu bagaimana memenuhi kebutuhan vitamin ini. Hal ini dicapai dengan menelan makanan yang mengandung berbagai jenis vitamin ini.

Vitamin A (retinol)

Vitamin A dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah 0,5-0,6 mg per hari. Nutrisi tersebut bisa didapatkan dengan mengonsumsi makanan seperti sayur dan buah-buahan. Wortel, kentang, bayam, pepaya, telur, keju, hati, dan minyak ikan cod semuanya tinggi vitamin A.

Vitamin B

Setiap hari, tubuh Anda membutuhkan jumlah vitamin B berikut: vitamin B1 membutuhkan 1,1-1,5 mg; vitamin B2 membutuhkan 1,0-1,6 mg; vitamin B3 membutuhkan 10-15 mg; vitamin B5 membutuhkan 

5-6 mg; vitamin B6 membutuhkan 1,2-1,7 mg; vitamin B7 membutuhkan 0,02-0,03 mg; vitamin B9 membutuhkan 0,4-0,6 mg; dan vitamin B12 membutuhkan 1,8-2,4 mg.

Kedelapan jenis vitamin ini dapat ditemukan pada makanan sumber vitamin B, yaitu:

  • Daging sapi dan ikan adalah contoh daging.
  • Jantung sShell sEgg
  • Oat dan sereal adalah contoh biji-bijian.
  • Gila
  • Susu dan produk olahannya, seperti yogurt, merupakan sumber kalsium yang baik.
  • nasi yang berwarna merah
  • Okra, asparagus, dan brokoli adalah contoh sayuran.
  • Kurma, pisang, dan alpukat adalah contoh buah-buahan.
  • Suplemen dapat digunakan untuk melengkapi konsumsi vitamin B Anda jika Anda tidak mendapatkan cukup dari makanan. Kedelapan jenis tersebut biasanya terdapat dalam tablet vitamin B kompleks.

vitamin C

Orang dewasa harus mengonsumsi 75-90 mg vitamin C per hari, sesuai dengan kriteria kecukupan makanan. Apa yang telah Anda lakukan? Tomat, kentang, jeruk, stroberi, brokoli, dan bayam termasuk di antara buah dan sayuran yang tinggi vitamin C.

Vitamin D

Kebutuhan vitamin D mungkin setinggi 15-20 mcg per hari. Terlepas dari kenyataan bahwa vitamin D dapat dibuat oleh kulit saat terkena sinar matahari, Anda harus mendapatkan elemen ini dari makanan 

yang mengandungnya. Telur, susu, jamur, makanan laut, dan minyak ikan hanyalah beberapa contohnya.

Hanya ada beberapa buah vitamin D yang dapat kita temukan, meskipun faktanya buah-buahan tersebut sering menjadi sumber makanan vitamin. Bahkan jika ada, itu tidak cukup untuk mengisi tubuh dengan 

vitamin D. Jika buah jeruk telah diperkaya dengan vitamin D, mereka dapat mengandung cukup vitamin. Produk jus jeruk sering mengandung hasil teknik ini.

Vitamin E

Kementerian Kesehatan Indonesia merekomendasikan agar individu mengkonsumsi 15-20 miligram vitamin E setiap hari. Telur, susu, kacang-kacangan, alpukat, dan buah kiwi adalah sumber nutrisi yang baik.

Vitamin K 

Setiap hari, rata-rata tubuh membutuhkan 55-65 mikrogram vitamin K. Untuk menerima dosis harian vitamin K, konsumsilah berbagai sayuran berdaun hijau, alpukat, dan buah kiwi.

Alhasil, informasi tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi tinggi nutrisi penting bagi tubuh tersampaikan. Dengan memastikan bahwa Anda mendapatkan cukup vitamin ini, Anda secara tidak langsung membantu untuk menghindari penyakit.

 dengan meningkatkan kekebalan tubuh. Kombinasikan juga pola makan sehat dengan olahraga rutin. Hindari makanan dan minuman manis, merokok, serta semua hal yang membuat Anda stres.

  • Bagikan