Jangan Goreng Cimol dalam Minyak Terlalu Panas, Bikin Meledak

  • Bagikan

Siliput.com-Cimol adalah makanan ringan berbahan dasar tepung tapioka dengan bawang putih dan garam. Meskipun kebanyakan orang menyiapkan cimol dengan tepung tapioka, tepung sagu juga bisa 

digunakan. Cimol mudah dibuat karena komponennya sudah tersedia di toko bahan makanan dan biayanya rendah. Namun, dalam memproduksi cimol, ada beberapa kesulitan. Saat digoreng, adonan 

cimol berpotensi pecah. Alasannya karena permukaan cimol lebih cepat matang daripada bagian dalamnya.

Saat minyak sudah dingin, tambahkan cimol dan goreng dengan api kecil. Isi setengah wajan dengan minyak goreng dingin. Sekarang bukan waktunya untuk menyalakan api. Setelah itu, tambahkan cimol 

ke dalam minyak yang sudah didinginkan. Kemudian, tetapi hanya sedikit, nyalakan api kompor. Masak cimol dengan api kecil hingga matang. Prosedur ini memungkinkan minyak dingin meresap ke dalam 

adonan cimol, memasaknya dari dalam ke luar. Cukup angkat dan tiriskan setelah cimol mengapung. Jika Anda menggoreng cimol dengan api besar, kemungkinan besar cimol akan meledak.

Tips Sukses Membuat Cimol Anti Meledak ala Chef Hotel

Itu sederhana untuk menghasilkan cimol atau aci tertunda. Pasalnya, saat Cimol dimasak terkadang bisa meletus. Mungkin Anda pernah melihat lelucon Cimol menjadi viral di media sosial.

Ada beberapa strategi yang dapat Anda gunakan untuk memastikan Anda berhasil membuat Cimol. Penggunaan bahan, menyalakan api, dan jenis tepung yang digunakan merupakan langkah-langkah 

yang harus diperhatikan. Sous chef Teraskita Hotel Jakarta yang dikelola oleh Dafam Heru Sudrajat memberikan saran tersebut. Berikut adalah beberapa petunjuk: 

1. Pemilihan Bahan

Komponen dan keseimbangan adonan cimol harus diperhatikan saat membuat cimol,” kata Chef Heru kepada Kompas.com, Minggu, 3 Juli 2021. Cimol harus dibuat dengan bahan yang segar dan berkualitas, menurut Koki Heru. Karena cimol akan terasa nikmat jika diolah dengan bahan yang baik.

2. Pemilihan Tepung

Saat membuat Cimol, sebaiknya gunakan tepung tapioka sebagai pengganti tepung beras. Tepung ini digunakan sebagai bahan pengental dalam makanan. Tepung tapioka mengentalkan cimol sekaligus 

menjaga warnanya tetap putih dan cerah. Tepung sagu dapat digunakan oleh mereka yang memiliki persediaan bahan terbatas. ada perbedaan tekstur dari adonan dengan tepung sagu dan tepung tapioka 

tapi hanya mempengaruhi warna,” ujar Heru. Warna cimol yang menggunakan tepung sagu akan lebih keruh dibanding cimol yang dibuat dari tepung tapioka.

3. Memasak dengan api kecil dan dingin.

Saat adonan cimol akan digoreng, Heru menyuruh menambahkan adonan dari api yang masih dingin. Jika cimol dimasukkan ke dalam api saat sudah panas, adonan akan langsung panas dan pecah. “Jadi, 

ketika minyak sudah dingin dan digoreng dengan suhu rendah, minyak akan masuk ke adonan dan cimol akan matang dengan tepat,” jelas Heru. Jika Anda langsung menggunakan api besar, 

kemungkinan besar adonan akan pecah saat dimasak. Adonan bagian dalam yang belum matang akan lebih cepat matang daripada adonan cimol di permukaan.

Cimol dapat meletus sebagai akibat dari ini. Yang terbaik adalah membuang adonan ke dalam minyak saat dingin dan memasaknya dengan api kecil. Tunggu hingga adonan benar-benar matang sebelum melanjutkan.

4. Aduk adonan saat digoreng 

Chef Heru juga menyarankan untuk mengaduk adonan cimol saat digoreng. Langkah ini dilakukan agar adonan tidak menempel pada permukaan alat penggorengan. Sebenarnya itu perlu, aduk pelan-pelan 

adonan agar tidak menempel dipermukaan dasar wajan. Karena dengan proses masak seperti itu wajankan tidak panas jadi adonannya bisa menempel pada wajan,” jelas Heru.

  • Bagikan