Mantan TKW Farida Nurhan Jadi Food Vlogger Sukses

  • Bagikan

Siliput.com-Parida Nurhan, warga asli Lumajang yang kini terkenal sebagai youtuber kuliner., Ada banyak teknik untuk berhasil di era kemajuan teknologi informasi saat ini.

Kesuksesan dan popularitas global dapat dicapai dari rumah, tanpa memandang gelar atau status ekonomi, dengan usaha keras, daya cipta, dan, tentu saja, konsistensi.

Demikian penuturan Farida Nurhan, perempuan asal Lumajang yang kini terkenal sebagai youtuber kuliner, mengetahui secara langsung.

Ketekunan Farida membuatnya sukses, meskipun dia tidak memiliki latar belakang akademis atau ekonomi.

Saya dapat mengubah mantan TKW menjadi penyedia konten terkenal dengan mengukir kisah suksesnya.

Farida Nurhana adalah penduduk Lumajang, Jawa Timur, dengan nama lengkap Farida Nurhana.

Ia dilahirkan dalam keluarga sederhana, dengan seorang ayah yang bepergian dari desa ke desa menjual jamu dan seorang ibu yang merupakan ibu rumah tangga.

Farida mengaku terpaksa menikah dini akibat pergaulan bebasnya, Dia harus menanggung beban menjadi seorang ibu dan istri dalam situasi ekonomi yang sulit.

pada usia 17 tahun. “Hidup saya menjadi lebih genting setelah putra saya lahir, Saya bangkrut dan menganggur. Waktu itu saya kelas 3 SD, tapi saya tidak lulus. 

Tetapi saya ingin mengumpulkan sejumlah besar uang agar saya dapat menafkahi ayah dan ibu saya, Dalam episode Kick Andy Content of Happiness yang tayang Minggu (4/7), wanita yang akrab disapa Rida itu berkomentar.

Farida tidak memiliki pilihan pekerjaan untuk menghidupi ekonomi keluarganya karena hanya memiliki ijazah SMP.

Dia memutuskan untuk menjadi TKW dan meninggalkan anaknya yang berusia 11 bulan di desa, Dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pengasuh anjing di sana.

Perjalanannya berlanjut dari Singapura ke Hong Kong. Dia dapat membagi waktunya di sana antara menjalankan bisnis pembantu rumah tangga dan bekerja di agen tenaga kerja.

Yang ingin saya lakukan hanyalah bekerja sehingga saya bisa memberikan uang kepada keluarga saya. 

Farida kembali ke Indonesia dan bekerja di Jakarta setelah lima setengah tahun menjadi TKI di Hong Kong.

Dia mengungkapkan bahwa dia berniat membuka restoran atau warteg, tetapi dia memutuskan untuk menguji keterampilan pemasarannya sebagai agen properti apartemen.

Ketekunannya membuahkan hasil, begitu pula kesediaannya untuk menggunakan teknologi, digital, Dia menyewakan 180 apartemen di sekitar sepuluh tahun, yang sebagian besar dilakukan secara online.

Sejak itu, dia tidak pernah berhenti belajar bagaimana menghasilkan uang dengan alat digital. Kegembiraan Kegigihan Farida dalam hidup tampaknya tidak berakhir ketika ia menjadi seorang penjual real estate yang sukses.

Setelah menyadari potensi kesuksesan digital melalui video YouTube, Farida memutuskan untuk mencobanya lagi dan belajar bagaimana menjadi seorang YouTuber yang sukses.

Ibu berusia 38 tahun itu mengaku awalnya hanya bermain-main dengan kamera anaknya yang tidak terpakai.

Awalnya, informasi itu hanya menutupi tindakannya di kediaman. Farida akhirnya menjadi YouTuber terkenal. 

setelah merasa usahanya sia-sia karena tidak mendapatkan banyak pengikut dan tampilan, Telah ditetapkan bahwa ia saat ini memiliki akun YouTube dengan total 3,41 juta pelanggan.

Dia menghasilkan uang paling banyak dengan mengevaluasi masakan. Sejak saat itu Farida menjadi food blogger. 

dengan slogannya ‘awur-awur emplok’ dan khasnya makan dengan tangan, Farida bahkan membuat stiker ‘Recommended by Farida Nurhan’ di restoran atau pedagang kaki lima. 

yang dikunjunginya dan dinilai berkualitas setelah dikenal dan dipercaya netizen,  Apakah toko mereka laris atau makanan mereka dikunjungi. 

stiker  rekomendasi ini sering memberikan hadiah kepada pemilik bisnis kuliner. vlogger dari seluruh dunia

Farida telah bekerja penuh waktu sebagai YouTuber sejak 2017. Namun, dia tidak ingin mengejar ketenaran dan kekayaan semata-mata untuk itu. 

Saya ingin meninggalkan jejak, pesan, khususnya bagi kaum perempuan, bahwa harus berusaha untuk maju dan mandiri. 

ujarnya. Sebagai tanda terima kasihnya, Farida sering mengikuti perayaan Jumat Berkah, yaitu membagikan sembako gratis kepada mereka yang membutuhkan.

Ia berharap setiap konten yang didistribusikan melalui portal digital bernilai dan memiliki pengaruh yang bermanfaat.

Konten media sosial dianggap dapat digunakan untuk mempromosikan kebaikan dan keuntungan bagi semua audiens.

Setiap orang memiliki kemampuan untuk sukses,  Mengapa Anda harus membuat konten yang tidak mendidik?

Jika saya secara pribadi berusaha sekuat tenaga untuk mencapai yang terbaik yang saya bisa,

  • Bagikan