Stroke Bisa Sembuh Saat Golden Period, Ini Alasannya

  • Bagikan

Siliput.com-Stroke adalah salah satu penyakit tidak menular paling mematikan di Indonesia, jika bukan di dunia. Tapi, bagaimana menurutmu? Stroke bisa diobati. Pasien stroke yang ditangani secara efektif dalam periode waktu emas memiliki peluang terbaik untuk sembuh.

Fajar Maskuri, ahli saraf Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, menyebutkan berbagai faktor berkontribusi terhadap pemulihan stroke. Pertimbangan pertama adalah tingkat keparahan stroke, yang 

bisa ringan, sedang, atau berat. Jika stroke ringan, pemulihan akan lebih cepat daripada jika parah. Masalah kedua adalah waktu yang dibutuhkan pasien stroke untuk menerima pengobatan. Jika korban 

stroketersebut dapat ditangani dalam golden Semakin lama Anda menanganinya, semakin besar kemungkinan Anda untuk memulihkannya, dan pemulihannya akan lebih baik atau tanpa cacat.

Jika pasien terkena stroke segera ditangani yang dikenal dengan istilah golden time period. Waktu yang paling optimal untuk mengobati stroke adalah pada saat golden period ‘Saya akan membuka halaman’, 

ujarnya. dia meluncurkan halaman. Hasil lebih besar jika Anda dapat menangani korban stroke dalam waktu emas. “Sudah terlambat untuk dirawat (dibawa ke dokter) setelah sehari, dua hari, atau bahkan 

seminggu dirawat di rumah sakit,Golden time period tersebut, menurut  berlangsung sekitar 3,5 jam setelah pasien pertama kali mengalami gejala stroke.

Jadi kalau saudara atau tetangga takut terkena stroke, segera bawa ke rumah sakit, saran Perlu ditegaskan bahwa stroke adalah penyakit fungsi otak yang diakibatkan oleh gangguan peredaran darah 

di otak. gejala stroke yang umum Ada tujuh tanda sering stroke, seperti yang disebutkan sebelumnya: kelumpuhan pada otot atau anggota badan, dan sensasi kulit berkurang.

Pasien mungkin tampak normal dan antusias, tetapi mati rasa atau kesemutan di separuh tubuhnya adalah tanda stroke.

  • pelo, atau mulut perot, di mana bentuk mulutnya jatuh atau miring. 
  • gangguan lapang pandang, yang menyebabkan pasien kehilangan sebagian penglihatannya, 
  • membuatnya setengah buta. Gangguan komunikasi, sering dikenal sebagai afasia, 
  • menekankan bahwa gangguan komunikasi dapat dibagi menjadi dua kategori: gangguan 
  • pemahaman dan gangguan bicara.Pasien dapat berbicara dengan fasih dan jelas pada gangguan pemahaman, tetapi kata-kata lawan bicara tidak dipahami oleh pasien. Sementara itu, mereka yang 
  • mengalami kesulitan berbicara mampu memahami lawan bicaranya tetapi tidak mampu berkomunikasi dengan jelas. “Pasien bisa mengeluarkan suara, tapi tidak bisa membedakan kata atau bahasa,” jelasnya. Lalu ada enam.
  • Ini mirip dengan ketika seorang pasien bangun dan lupa siapa anggota keluarganya. Ini juga dikenal sebagai gejala stroke yang umum.

Vertigo adalah kondisi yang berhubungan dengan pusing di mana penderitanya merasa seperti berputar-putar di sekelilingnya.

Harap diingat bahwa segala bentuk stroke tidak boleh dirawat di rumah dalam pengertian tradisional. Apalagi jika stroke tersebut merupakan stroke hemoragik, yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak.

  • Faktor risiko berikut ini terkait dengan stroke yang disebabkan oleh pecahnya arteri darah di otak:
  • Hipertensi tidak dikelola dengan baik.
  • Kelainan bawaan pada arteri darah otak yang disebabkan oleh trauma kepala
  • Tumor otak yang disebabkan oleh diabetes aritmia

Intensitas gejala bervariasi tergantung pada bagian otak mana yang rusak. Dari sakit kepala parah hingga kelumpuhan atau koma, ada berbagai gejala. Tingkat keparahan dan lokasi perdarahan juga akan mempengaruhi pengobatan. Prosedur kraniotomi sering diperlukan

Oleh karena itu, segeralah bawa saudara Anda ke dokter dan mendapatkan penanganan yang sesuai di rumah sakit. Kondisi sesak dan sekujur tubuh dingin dapat menunjukkan tanda tanda yang berbahaya bagi penderitanya. Perawatan di rumah sakit sangat dianjurkan. 

Demikian, semoga dapat lebih memperjelas Anda. 

  • Bagikan