Tidak Suka dengan Perilaku Teman Anak? 4 Cara Menghadapinya.

  • Bagikan

Tidak Suka dengan Perilaku Teman Anak? Begini Cara Tepat MenghadapinyaApakah Anda tinggal di pedesaan atau kondominium mewah di Indonesia, Anda akan sedikit banyak berinteraksi

dengan tetangga Anda. Minimal tetangga yang rumah/tempat tinggalnya paling dekat dengan kita. Dan, tentu saja, hubungan bertetangga datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Dari yang menyenangkan

hingga yang membawa malapetaka, saya percaya ini sering terjadi di lingkungan kita, di mana orang tua harus merespons dengan bijaksana daripada berkelahi dengan anak-anak mereka ketika mereka

berdebat. Membuat kesalahan! Anak membaik dalam sepersekian detik, sementara orang tua telah berselisih selama satu abad lol.

Bahkan jika ini benar, setiap orang tua memiliki batasan dan tolok ukur dalam menanggapi perilaku anak-anak di dekatnya  sebaiknya disikapi dengan lebih santai

Hadapi dengan cara ini agar tidak serba salah

1.Jangan katakan langsung. 

  • “Anak-anak adalah peniru alami. Salah satu metode untuk membuat peniru lebih sadar akan kasih sayang adalah dengan memberikan contoh positif bagi mereka.”
  • Moms, tahukah Anda bahwa anak-anak seringkali lebih tertarik pada hal-hal yang dilarang oleh orang tuanya?
  • Hal serupa akan terjadi dalam persahabatan seorang anak. Anak Anda tidak akan memutuskan persahabatan hanya karena Anda menyuruhnya menghindari kenalan tertentu.
  • Kemungkinan besar, dia akan terus bermain dengan teman-teman yang tidak Anda sukai di belakang Anda secara pribadi. Tentu saja, karena Anda tidak dapat memantau interaksi dan persahabatan anak Anda, itu jauh lebih berbahaya.
  • Jadi jangan katakan sesuatu seperti “Pokoknya, kamu tidak bisa bermain dengannya karena Moms tidak suka” ya, Moms.

2. Cari Tahu Apa Yang Tidak Moms Sukai dari Teman Anak

  • Pertimbangkan apa yang dibenci teman Anda saat ini.
  • Apakah karena dia kasar, menuntut, dan memukul, atau karena pakaiannya tidak rapi, atau karena Anda tidak menyukai orang lain?
  • Ini akan memungkinkan Anda untuk memahami apakah ketidaksukaan Anda terhadap teman-teman anak Anda tidak masuk akal atau dapat berdampak negatif secara objektif pada anak Anda.
  • Anda juga bisa bertanya kepada teman lain apa yang tidak Anda sukai dari teman anak Anda untuk mendapatkan jawaban yang tidak Anda sukai untuk mendapatkan jawaban yang tidak Anda sukai.

3. Ajak Anak Berdiskusi

  • Obrolan ringan dengan anak-anak dapat menjadi langkah yang bermanfaat selama tidak merusak atau memiliki implikasi jangka panjang.
  • Para ibu mungkin meminta anak-anak mereka untuk berbicara tentang sifat-sifat pribadi dari teman-teman yang sangat baik dan perilaku yang harus sering dihindari dalam persahabatan anak-anak.
  • Sangat penting untuk menekankan bahwa Anda harus menahan diri dari mengevaluasi atau mengkritik teman-teman anak Anda. Manfaatkan saja kesempatan dialog ini untuk membantu anak-anak dalam membuat pilihan persahabatan yang sehat di masa depan.
  • Misalnya, Anda mungkin bertanya, “Apakah menurut Anda tidak apa-apa jika seorang teman memukul atau mendorong?” Kemudian, begitu anak Anda merespons, ulangi keyakinan Ibu bahwa teman baik tidak menyakiti dan teman baik tidak memukul atau mendorong.dan harus saling menghargai temannya.

4. Berikan batasan.

  • Tentu saja, tanpa menyinggung atau membuat kesal siapa pun, Anda dapat melakukan sesuatu untuk membatasi persahabatan anak Anda dengan teman-teman tertentu.
  • Misalnya mengikutsertakan anak dalam kegiatan yang memungkinkan mereka bertemu dengan orang baru atau membatasi waktu bermain karena anak harus mandi, tidur siang, mendengarkan ceramah, atau beribadah.
  • Jika Anda melihat gejala yang menjadi berbahaya atau mengkhawatirkan, Anda harus menghadapkan teman-teman anak Anda dengan peringatan keras, diskusi, atau laporan kepada orang tua mereka.
  • Bagikan